Nilai Hasil TKA sMA 2025 sangat buruk! inilah penjelasannya

Dunia pendidikan Indonesia baru saja memasuki babak baru dengan diperkenalkannya Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA. Sebagai pengganti instrumen evaluasi sebelumnya, kehadiran TKA di tahun pertamanya memicu perdebatan hangat. Banyak siswa yang memiliki nilai rapor gemilang justru mendapati nilai TKA mereka berada di angka yang “memprihatinkan”.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusmendik Kemdikbud, potret akademik siswa SMA tahun lalu menunjukkan angka yang cukup mengejutkan. Jika biasanya kita terbiasa melihat nilai ujian di angka 70 atau 80, rata-rata nasional TKA justru berada di bawah angka 40 untuk mata pelajaran tertentu.

Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana untuk jenjang SMA tahun 2025 secara umum dinilai kurang memuaskan oleh berbagai pihak. Karena ini merupakan format baru pengganti Ujian Nasional (UN) yang berfokus pada penalaran, banyak siswa yang merasa kesulitan beradaptasi dengan jenis soalnya.

Berikut adalah gambaran hasil rata-rata nasional yang dilaporkan :

  • Matematika Wajib: Sekitar 36,10 (dari skala 100).
  • Bahasa Inggris: Sekitar 24,93 hingga 26,71.
  • Bahasa Indonesia: Relatif lebih tinggi, yakni sekitar 57,39.
  • Mata Pelajaran Lain: Fisika (37,65), Kimia (34,92), dan Ekonomi (31,68)

Berdasarkan data rekapitulasi nilai rata-rata Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, berikut adalah daftar sekolah yang meraih skor tertinggi secara nasional. Skor ini merupakan rata-rata dari gabungan mata pelajaran wajib (Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris)

Meskipun sekolah-sekolah di atas meraih nilai di kisaran 60-an, angka tersebut sudah masuk kategori “Istimewa” (batas kategori istimewa adalah ±57,73). Hal ini menunjukkan bahwa soal TKA memang sangat menantang, karena sekolah-sekolah terbaik di Indonesia pun “hanya” mencapai rata-rata kepala 6, bukan 80 atau 90 seperti pada Ujian Nasional dulu

Cara Cek Nilai

Jika kamu ingin membandingkan nilai sekolahmu dengan daftar di atas, kamu bisa mengeceknya langsung melalui:

  1. Portal Resmi TKA: Kunjungi tka.kemendikdasmen.go.id menggunakan akun yang sudah terdaftar.
  2. Sertifikat Individu: Hasil nilai per siswa biasanya dapat diunduh melalui laman Pusmendik setelah pengumuman resmi dirilis ke sekolah

Kenapa nilai TKA bisa rendah padahal nilai ujian selain TKA bagus ?

Fenomena ini memang bikin kaget banyak siswa dan orang tua. Kenapa nilai rapor bisa mentereng (80–90) tapi saat TKA “terjun bebas” ke angka 20 atau 30?

Baca juga: Jadwal TKA SD dan SMP 2026

Secara teknis, ada 3 alasan utama kenapa ini terjadi:

1. Perubahan Drastis: Hafalan vs Penalaran (HOTS)

Ujian sekolah biasanya masih didominasi soal prosedural (contoh: menghitung luas segitiga dengan rumus langsung). Sebaliknya, soal TKA Pusmendik dirancang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS). 

  • Masalahnya: Siswa sering terjebak karena soal tidak langsung menanyakan rumus, tapi menuntut kemampuan mengubah masalah nyata menjadi model matematika (numerasi) atau menganalisis teks panjang (literasi).

2. Standar Penilaian yang Berbeda

  • Nilai Rapor: Bersifat internal sekolah, di mana guru sering memberikan nilai berdasarkan proses belajar, tugas, dan perilaku.
  • Nilai TKA: Bersifat nasional dan standar. Tes ini menggunakan sistem penilaian yang sama untuk seluruh Indonesia tanpa melihat latar belakang sekolah, sehingga “kualitas riil” kemampuan akademik siswa terlihat lebih jujur dan objektif. 

3. Kurangnya Persiapan pada Format Baru

Tahun lalu adalah tahun pertama TKA SMA diadakan. Banyak sekolah dan siswa yang belum memiliki bank soal atau simulasi yang cukup. Akibatnya, banyak yang kaget dengan manajemen waktu dan kompleksitas soal yang jauh lebih sulit dibanding Ujian Nasional (UN) terdahulu. 

4. Dampak Learning Loss

Beberapa ahli menyebutkan bahwa angkatan SMA saat ini adalah yang terdampak pandemi Covid-19, yang mengakibatkan adanya kesenjangan pemahaman konsep dasar yang cukup dalam (learning loss). Kelemahan ini sangat terasa saat diuji dengan soal yang membutuhkan logika kuat seperti TKA. 

Baca juga : Bimbel Spesialis Sukses TKA

Fungsi Penting TKA: Bukan Sekadar Angka

Jangan salah kaprah. Meskipun nilai TKA rata-rata rendah, hasil ini tidak menentukan kelulusan. Berdasarkan informasi dari Portal SNPMB, TKA memiliki fungsi strategis:

  1. Validator Nilai Rapor: Kampus ingin memastikan bahwa nilai 90 di rapormu mencerminkan kemampuan yang sesungguhnya.
  2. Pemetaan Mutu Pendidikan: Menjadi dasar bagi pemerintah untuk memperbaiki kurikulum di sekolah yang nilainya tertinggal.
  3. Indeks Sekolah: Di masa depan, nilai TKA yang baik dari kakak kelasmu akan meningkatkan “bobot” sekolahmu di mata perguruan tinggi negeri.

4. Strategi Jitu Menghadapi TKA Tahun Ini

Jika kamu ingin mendapatkan skor di atas rata-rata nasional, kamu tidak bisa belajar dengan cara lama. Berikut adalah tipsnya:

Fokus pada Numerasi, Bukan Sekadar Hitungan

Jangan hanya menghafal rumus. Cobalah mengerjakan soal-soal matematika yang berhubungan dengan data, grafik, dan masalah sosial. Gunakan platform seperti Khan Academy atau fitur simulasi di Pusmendik untuk membiasakan logika numerasi.

Baca juga : Jadwal TKA SD dan SMP seperti peraturan Kementerian Pendidikan

Perbanyak Membaca Teks Kompleks

Biasakan membaca artikel berita, jurnal singkat, atau opini di koran. Saat membaca, tanyakan pada diri sendiri: “Apa ide pokoknya? Apa maksud penulis di paragraf ini? Apa kesimpulan yang tidak tertulis?” Ini akan sangat membantu di subtes Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Manajemen Waktu Berbasis CBT

TKA dilakukan dengan komputer. Berlatihlah melakukan simulasi dengan timer. Jangan terpaku pada satu soal yang sulit. Ingat, rata-rata nasional rendah karena banyak siswa yang kehabisan waktu di tengah jalan.

Gunakan Sumber Belajar Resmi

Jangan hanya mengandalkan buku kumpulan soal lama. Cek secara berkala tka.kemendikdasmen.go.id untuk melihat update model soal terbaru.

Nilai TKA yang rendah tahun lalu bukanlah tanda bahwa siswa kita tidak pintar, melainkan tanda bahwa cara kita belajar harus berubah. TKA adalah cermin jujur yang menunjukkan bahwa dunia kerja dan pendidikan tinggi masa depan lebih membutuhkan kemampuan berpikir kritis daripada kemampuan menghafal.

Bagi kamu yang akan menghadapi TKA tahun ini, mulailah beradaptasi sekarang. Nilai TKA yang masuk kategori “Baik” (di atas 45) sudah cukup untuk membuat profil akademismu terlihat luar biasa di mata universitas-universitas top Indonesia.

Belajar di lembaga Kursus Khusus TKA

Tidak banyak lembaga pendikan atau Bimbingan belajar atau Les Privat yang menyediakan layanan ini, kalaupun ada biasanya tidak terpercaya. Program Sukses TKA dari lembaga Bimbel Insan Cendekia (BIC) memberikan les khusus TKA untuk SD dan SMA dengan tutor pengalaman dan materi TKA yang disusun untuk membantu kamu mendapatkan nilai terbaik di TKA. Saat ini pendaftar dibatasi karena kami ingin menghasilakan kualitas belajar yang terbaik, Jika kamu ingin diterima dan mendapatkan nilai TKA terbaik jangan sia-siakan kesempatan ini.

Informasi lebih lanjut mengenai TKA, silahkan konsultasi ke konsultan kami

Scroll to Top